
Masyarakat Indonesia yang berdomisili di Jepang secara khidmat mengikuti upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT RI ke-65 di Tokyo, Selasa 17 Agustus 2010. Bulan suci Ramadan tidak menyurutkan ratusan warga untuk mengikuti upacara yang berlangsung di Wisma Duta, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo.
Menurut KBRI Tokyo, upacara dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Jusuf Anwar. Selain seluruh staf beserta keluarga KBRI Tokyo, upacara pengibaran bendera dihadiri pula oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari perwakilan BUMN di Tokyo seperti BNI 1946, Garuda Indonesia, PT Aneka Tambang, Pertamina dan perwakilan dari Bank Indonesia di Tokyo.
Hadir pula para guru dan siswa Sekolah Republik Indonesia Tokyo, mahasiswa indonesia, perwakilan organisasi persahabatan Indonesia-Jepang.
Petugas upacara peringatan hari kemerdekaan RI di perwakilan sepenuhnya dilaksanakan oleh segenap unsur staf KBRI Tokyo beserta guru, pelajar sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) dan Taruna dari Akabri yang sedang menuntut ilmu di Jepang.
Menurut Dubes Anwar, hari peringatan kemerdekaan RI kali ini terasa istimewa karena terjadi selama bulan puasa, seperti halnya pada proklamasi 65 tahun yang lalu, sehingga masyarakat Indonesia di Jepang bisa membayangkan dan merasakan betapa berat pendiri bangsa berjuang, mengumandangkan proklamasi mendirikan negara Indonesia.Seru banget...
Filed Under:
Lain-lain

New York - Gubernur New York David Paterson merencanakan untuk membicarakan relokasi sebuah pusat kebudayaan Muslim dan masjid dari "Ground Zero", tempat serangan 11 September di Kota New York, ke tempat yang lebih jauh yang kurang membangkitkan emosi.
"Kami akan bekerja dengan pengembangnya," kata jurubicara Paterson, Maggie McKeon. "Belum ada pembicaran resmi antara gubernur, imam atau pengembang. Bagaimanapun, kami mengharapkan akan mengadakan pertemuan yang dijadwalkan dalam waktu dekat."
Wakil AS Peter King dari New York mengatakan ia telah membicarakan masalah itu dengan Paterson, Selasa, dan gubernur itu mengatakan padanya ia akan bertemu pekan ini dengan para pejabat Muslim untuk membicarakan penyediaan dana negara guna membantu pusat tersebut menemukan lokasi lainnya.
Seorang jurubicara proyek itu, Oz Sultan, mengatakan sepengetahuan mereka, pertemuan itu belum dijadualkan.
"Kami menghargai ketertarikan gubernur itu saat kami terus mengadakan pembicaraan dengan banyak pejabat," kata Sultan.
Proyek itu, direncanakan pada dua blok dari tempat serangan 11 September, serangan yang diduga dilakukan oleh Al Qaida yang menghancurkan gedung World Trade Center dan menewaskan hampir 3.000 orang, telah menggerakkan debat nasional mengenai apakah pusat Muslim itu harus dibangun di tempat tersebut.
"Jika setiap orang melangkah mundur dan melihat pada ini, benar-benar merupakan kepentingan terbaik setiap orang untuk melakukannya ... khususnya masyarakat Muslim, untuk menunjukkan bahwa mereka serius perihal pembangunan jembatan itu dan bahwa mereka tidak hanya berupaya untuk membuat pernyataan dengan akan memiliki sebuah masjid yang dibangun di Ground Zero," kata King.
King mengatakan pada Reuters bahwa ia ingin melihat pusat kebudayaan dan masjid itu dibangun, tapi jauh dari tempat serangan tersebut. Lokasi yang diusulkan sekarang ini akan membuka kembali terlalu banyak luka, katanya.
"Ini hanya pembukaan luka lama dan menaburkan garam ke atasnya," ia menambahkan.
Rencana untuk proyek itu, disebut Cordoba House, mencakup sebuah bangunan 13 lantai guna menampung sebuah ruang untuk shalat, auditorium, kolam renang dan beberapa ruang pertemuan.
Presiden Barack Obama ikut serta dalam kehebohan itu, Jumat, dengan mengatakan ia mendukung hak umat Islam untuk membangun di tempat tersebut. Di tengah reaksi politik yang tak baik sehari kemudian, presiden itu mengatakan ia (hanya) mengomentari mengenai kebebasan beragama, bukan lokasi tepatnya masjid tersebut.
Dengan orang-orang partai Republik berupaya untuk merebut kendali kongres dari partai Demokrat pimpinan Obama, dan menghadapi perjuangannya sendiri yang keras untuk terpilih kembali, pemimpin Demokrat di Senat Harry Reid retak dengan presiden mengenai masalah itu, dengan mengatakan masjid tersebut akan dibangun di tempat lain.
Filed Under:
Pengetahuan














Benda Misterius Mirip Meteor
Beberapa hari lalu diberitakan bahwa sebuah meteor jatuh di Cirebon, Jawa barat. Setelah melakukan penelitian, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memastikan bahwa benda langit yang bikin heboh warga Cirebon itu ternyata bukanlah meteor.
Dari penelitia di Cirebon, Lapan menemukan bahwa tidak ada saksi yg menjelaskan jatuhnya benda bercahaya dari langit sebagaimana diberitakan selama ini. Sehingga belum bisa dipastikan kalau itu benda angkasa.
Lalu dari mana api dan bau belerang yang dicium warga. Lapan menyimpulkan bahwa bau belerang dan api biru berasal dari belerang terbakar. Bau belerang itu mirip bau lava panas di kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur.
"Lempeng dan sampel lain yang dikumpulkan polisi berbau belerang. Saya yakin itu belerang beku yg bercampur pasir yang digunakan untuk memadamkan api," ujar Profesor Dr. Thomas Djamaludin, ahli Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Sabtu 21 Agustus 2010.
menelitinya.Lalu darimana sumber api yang dipadamkan itu? Lapan sedang"Pastinya bukan dari antariksa. Jadi 'meteor' Cirebon sesungguhnya bukan meteor," ujarnya lagi.
Sebelumnya LAPAN menganilisa bahwa benda yang meluncur ke Bumi pada Rabu 18 Agustus 2010 sekitar pukul 20.30 WIB, adalah benda asing yang terbakar dan diselimuti api berwarna biru.
Benda itu menimbulkan suara bergemuruh hebat saat terhempas di kompleks Pabrik Gula Tersana Baru, Babakan, Kabupaten Cirebon. Di lokasi tempat ia jatuh, muncul cekungan berdiameter sekitar satu meter.
Seperti disampaikan Djamaluddin sebelumnya, masih terbuka tiga kemungkinan tentang apa pastinya benda misterius itu. Kemungkinan pertama, ini adalah meteorit dari jenis yang belum dikenal. Kedua, benda itu adalah sampah antariksa. Dan ketiga, bisa jadi benda itu adalah objek bumi menyala yang terlontar atau dilontarkan.