feed me
30 Agu 2010


Salah satu "tradisi" J-Rocks saat Ramadhan adalah menggarap lagu atau album baru. Begitu juga dengan Ramadhan tahun ini, Iman, Wima, Sony dan Anton mulai menabung materi untuk album keempat J-Rocks. "Ramadhan ini jadwal kami beberapa kali manggung dan rekaman album baru di studio," kata Iman.

Saat ini personel J-Rocks mulai jam session materi album baru mereka. Materi lagu setengah jadi dari tiap atau beberapa personel digarap bersama. Misalkan Iman membawa file lagu yang isinya masih suara gitar dan sound effect dari rekaman digital yang dilakukan di komputer. "Makanya sekarang aku intens di Jakarta, sibuk menggarap lagu," kata Wima yang sehari-hari tinggal di Bandung.

Ini yang disebut guide. Materi ini akan dipilih untuk digarap bersama. Setiap personel akan memberikan masukan untuk hasil terbaik. Proses ini yang disebut workshop. Biasanya keempat personel J-Rocks akan berkolaborasi di studio. "Biasanya di mulai habis tarawih sampai sahur, lalu tidur sampai siang," kata Wima lagi.

Saat ini sudah ada beberapa lagu yang sudah masuk workshop. "Untuk album yang baru ini, kami tetap akan membuat musik yang berkualitas. Selama ini kami berempat mendengar beberapa album band-band luar yang bagus. Membuat kami terpacu," kata Wima. Ia juga menegaskan kalau J-Rocks tidak akan mengikuti lagu-lagu yang trend saat ini.

"Entah kenapa album J-Rocks selalu dalam kurun dua tahun, setahun asyik manggung. Tiba-tiba selalu muncul ide untuk membuat album baru," cerita Wima. Album J-Rocks pertama Topeng Sahabat 2005. Dua tahun berikutnya Spirit di tahun 2007 dan terakhir adalah Road to Abbey 2009.
read more "J-Rocks Mulai Buat Album Baru"

29 Agu 2010


Seorang muslim Kanada bekerjasama dengan Islamic Society of North America (ISNA) akan menggelar aksi sosial membagi-bagikan Al-Quran secara gratis di Kanada dan AS. Aksi ini dilakukan setelah sebuah gereja di Gainesville, Florida mengumumkan akan menyelenggarakan "Hari Membakar Al-Quran Internasional" untuk memperingati 9 tahun serangan 11 September di AS.

Suhail Kapoor akan membagikan Al-Quran dengan terjemahan berbahasa Inggris sebagai upaya untuk menyebarkan pesan-pesan dalam ajaran Islam di kalangan masyarakat Kanada dan AS. Ia mendapatkan dukungan dana dari para dermawan muslim untuk mencetak Al-Quran yang akan dibagikan. "Kalau mencetaknya banyak, harganya cetaknya jadi lebih murah, hanya 1,25 dollar per Al-Quran," tuturnya.

Menurut Kapoor, banyak orang yang menentang Islam karena mereka tidak tahu tentang ajaran Islam. "Kalau mereka punya kesempatan membaca Al-Quran, yang merupakan mukjizat dari Tuhan, kitab suci ini akan mengubah pandangan mereka," kata Kapoor optimis.

Kapoor giat berdakwah di Kanada setelah masuk Islam pada tahun 1990 saat bekerja di Arab Saudi. Ia sudah membagikan ribuan Al-Quran selama 10 tahun terakhir. "Anda tahu, Al-Quranlah yang mengubah niat Umar bin Khattab yang sebelum masuk Islam ingin membunuh Rasulullah Saw. Saya tahu, ada ribuan orang yang akhirnya menerima Islam setelah membaca isi Al-Quran," ujar lelaki yang sebelumnya beragama Hindu itu.

Kapoor mengecam kampanye yang dilakukan Gereja di Gainsville, tapi ia yakin kampanye hitam terhadap Al-Quran akan mendorong lebih banyak orang untuk membaca Al-Quran. Ia menceritakan pengalamannya sendiri ketika mempelajari Al-Quran dari seorang sahabatnya saat masih bekerja di Arab Saudi, hingga ia memutuskan masuk Islam.

"Saya menerima Islam setelah menemukan jawaban yang meyakinkan dari ajaran Islam atas semua pertanyaan saya tentang tujuan hidup ini. Dalam Islam, seseorang bisa memohon ampunan langsung pada Allah tanpa harus melalui perantara, seorang ulama misalnya," tukas Kapoor.

Dengan membagi-bagikan Al-Quran, Kapoor ingin menyampaikan pesan-pesan dalam Islam pada pembuat kebijakan di Amerika Utara agar mengubah sikap negatif mereka terhadap Islam dan Muslim. Kapoor meyakini, kebangkitan Islam akan berawal dari Barat dimana setiap harinya akan ada ratusan orang baru yang memeluk agama Islam. Ia mengungkapkan data hasil survei sebuah organisasi nirlaba yang menyebutkan, setiap tahun ada 150 ribu sampai 200 ribu orang yang masuk Islam di Amerika Utara dan 200 ribu orang di Eropa.

Ia menekankan pentingnya interaksi antara Muslim dan non-Muslim di tengah masyarakat Barat dalam memecahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi. "Saya senang melihat sudah banyak upaya yang dilakukan ke arah itu. Misalnya, setiap musim gugur komunitas Muslim ikut kampanye kebersihan di Toronto. Banyak muslimah berjilbab ikut dalam program kebersihan ini. Kegiatan semacam ini akan memberikan citra positif bagi komunitas Muslim," ungkap Kapoor.

Menulis Buku

Selain berdakwah, Kapoor juga menulis buku. Bukunya "Islam: Balancing Life and Beyond" mendapat sambutan di kalangan masyarakat Barat dan telah menginspirasi banyak orang untuk memeluk Islam. Buku setebal 72 halaman yang sudah dicetak sebanyak 210 ribu eksemplar itu, atas permintaan Masjid Sentral London akan dicetak ulang atas biaya dari sumbangan komunitas Muslim.

Kapoor memusatkan dakwah Islamnya di kota Mississauga, sekira 24 kilometer sebelah utara Toronto. Ia membagikan bukunya di jalan-jalan dan memberikan ceramah tentang Islam di gereja-gereja dan sekolah-sekolah Katolik di Kanada. Dari pengalamannya berdakwah, Kapoor mengatakan bahwa masih banyak pandangan yang salah tentang Islam di kalangan masyarakat Barat. "Dan saya ingin menghapus pemikiran yang salah itu," tukasnya.

Kapoor menghimbau kaum Muslimin untuk menampilkan Islam dengan cara menunjukkan perilaku yang terbaik. Ia menyayangkan mereka yang sejak lahir beragama Islam tapi tidak menunjukkan sikap lembut dan komitmennya sebagai muslim. Oleh sebab itu, Kapoor selalu mengagumi para mualaf, terutama dari kalangan perempuan di Barat yang masuk Islam dan mengikuti ajaran Islam dengan komitmen yang tinggi.
read more "Bagi Bagi Al-Quran DI Amerika dan Kanada"


Pintu neraka sering dilukiskan dengan suasana api menyala yang sangat mengerikan panasnya. Kondisi seperti itulah yang terdapat di sebuah lubang api menganga di daratan Usbekistan, Asia Tengah. Maka lubang api itu pun disebut sebagai "pintu neraka".

Lubang api itu berukuran sekitar dua kali lapangan bola dengan kedalaman lebih dari 30 meter. Semula ukurannya tidak sebesar itu sejak pertama kali tahun 1975 "pintu neraka" itu dijumpai manusia.

Awalnya ahli geologi menggali dengan alat berat untuk pengeboran gas alam. Anehnya, di lokasi itu ditemukan jurang besar di bawah tanah. Saking besarnya, semua peralatan untuk penggalian itu terperosok ke dalam.

Jurang itu dipenuhi dengan gas bumi yang beracun. Belum ada keterangan resmi Uni Soviet kala itu terkait berapa jumlah korban tewas akibat terkena gas beracun. Namun para ahli segera menyingkir dan semua peralatan yang terperosok itu ditinggal pergi.

Untuk menghindari gas beracun yang terlanjur terbuka ke langit bumi itu menyebar, para ahli memutuskan untuk membakarnya. Posisinya berada di dekat kota kecil bernama Davaz.

Praktis sejak 1975 lobang raksasa itu menyemburkan api seperti gunung berapi dan masih tetap menyala hingga kini walau sudah 35 tahun berlalu. Masyarakat sekitar tak ada yang berani mendekat karena pengaruh medan panas hingga beberapa ratus meter, sehingga dinamakan "pintu neraka".

Sampai sekarang belum ada penjelasan apakah "pintu Neraka" itu ukurannya melebar atau stabil karena gas yang keluar dari perut bumi itu langsung terbakar. Walau terkena hujan pun, apinya tidak mati.

Lubang api raksasa itu kelihatan dari kejauhan karena berada di daratan tandus yang luas. Bila malam, tampak semakin jelas dengan sorotan cahaya kekuningan yang bersumber dari "pintu neraka" itu.

Mirip dengan Lumpur Lapindo, yang terus mengeluarkan lumpur panas gara-gara pengeboran yang dinilai gagal sehingga menyembur ke permukaan bumi. Hingga kini juga belum ada ahli geologi yang mampu menghentikan semburan lumpur panas lapindo. Yang bisa dilakukan hanya membatasi agar area efek lumpur panas itu tidak terus melebar.
read more "Pintu Neraka di Usbekistan"


Ada yang seru di Bali....Ternyata di Bali ditemukan sebuah kerangka manusia purba,biar lebih jelas baca Artikel di bawah ini..
Kerangka manusia purba dalam peti jenazah yang terbuat dari batu yang disebut sarkofagus, ditemukan di Subak Saba, Desa Keramas, Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu.

"Hari ini kami temukan dua peti batu, namun baru satu yang berhasil dibuka, dan ternyata masih berisi kerangka manusia purba," kata Dra Ayu Kusumawati, peneliti pada Balai Arkeologi Denpasar ketika ditemui ANTARA di lokasi penemuan, Sabtu.

Ia menyebutkan, dua buah peti batu yang di bagian ujungnya dilengkapi aksesoris mirip kepala kura-kura, pertama kali ditemukan oleh penggali tanah di lokasi pembuatan batu bata.

Dari temuan itu, tim Balai Arkeologi Denpasar kemudian melakukan pendalaman ternyata kedua peti merupakan benda peninggalan purbakala yang disebut sarkofagus.

Dra Ayu Kusumawati mengatakan, salah satu dari dua barang temuan itu sudah berhasil dibuka bagian penutupnya oleh petugas, dan ternyata masih berisi kerangka manusia dalam susunan tulang-belulang yang lengkap.

"Sementara yang satunya lagi, masih dalam keadaan utuh, sehingga kami belum tahu isinya," ucapnya.

Ia menambahkan, selain kerangka manusia dalam peti jenazah manusia purba itu juga ditemukan sebuah kendi tua.

"Kendi dengan panjang 15 cm itu berada persis di samping tengkorak kerangka manusia yang terkujur dalam peti," kata Ayu menjelaskan.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, dua sarkofagus yang ditemukan memiliki ukuran yang berbeda.

"Sarkofgus yang utuh merupakan peti mati tipe kecil dengan ukuran panjang 150 cm dan lebar 50 cm. Sedangkan sarkofagus yang sudah dibuka, memiliki ukuran panjang 100 cm dan lebar 12 cm," ujar dia.

Mengenai umur sarkofagus itu, Ayu Kusumawati memperkirakan sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu atau sejak zaman prasejarah.

"Pada zaman itu manusia telah mengenal masa perundagian serta alat logam. Hal ini dibuktikan dengan adanya tonjolan wajah manusia atau kedok yang mirip kura-kura pada bagian ujung sarkofagus yang kini ditemukan," ucapnya.

Selain telah mengenal logam, sambung Kusumawati, pada zaman itu juga sudah dikenal dengan istilah gotong royong dan rasa persatuan dan kesatuan.

"Tujuan dibuatkan kedok di bagian ujung peti kubur itu dimaksudkan untuk memberikan jalan bagi sang arwah menuju dunia lain," katanya.

Ia menjelaskan, biasanya pemakaman dengan sarkofagus itu diperuntukkan kepada orang yang berpengaruh pada zaman itu.

"Hanya kaum bangsawan dan orang yang berpengaruh yang menggunakan peti kubur semacam itu," jelasnya.

Saat ini, kata Kusumawati, pihaknya bersama petugas lain masih melakukan penilitian lebih lanjut soal penemuan dua sarkofagus itu.

"Kami masih harus di lokasi untuk melakukan penelitian lanjutan sebelum kedua sarkofagus itu dievakuasi ke Balai Pelestarian Benda Purbakala," ucapnya.
read more "Kerangka Manusia Purba Ditemukan Di Bali"