
Jurnalis The Onion News Network membuat heboh dunia. Hasil investigasi mereka yang ditayangkan secara online menyebutkan bahwa Justin Bieber bukanlah remaja berusia 16 tahun, melainkan seorang pria pedofilia berusia 51 tahun yang sedang menyamar. Wow!!
Menurut Onion, pria tua tersebut bernama asli Michael Cote. Ia melakukan penyamaran sebagai Justin Bieber selama bertahun-tahun dengan menggunakan sebuah wig dan topeng karet.
Dalam video tersebut, Cote ditahan oleh sejumlah polisi yang datang ke rumahnya. Bahkan sempat ditayangkan juga Andrew Matheson selaku Kepala Kepolisian Los Angeles menggelar jumpa pers atas penangkapan pria tua yang telah melakukan kegiatan pedofilia di 50 negara bagian tersebut.
Sementara itu di tayangan berikutnya, Onion menampilkan Dr. Hanna Carrier selaku psikologis kriminal mengatakan bahwa lagu-lagu yang dinyanyikan Justin Biebermemang sengaja dipasarkan untuk menarik perhatian para gadis remaja.
Bukan hanya itu saja, ibunda Justin yang dikenal sekarang – diungkapkan Onion – adalah seorang sahabat Cote dulunya. Wanita itu adalah seorang pecandu heroin yang tinggal di Kanada.
Semua hal mengenai Justin Bieber diungkapkan Onion atas kecurigaannya terhadap salah satu artikel TMZ di mana wajah Justin terlihat mengelupas di atas panggung. Dari situ muncul investigasi terhadap beberapa korban sang bintang fenomenal tersebut.
Benarkah Michael Cote adalah Justin Bieber? Atau hanya sensasi dari Onion News Network yang biasanya menampilkan hal-hal absurd dengan cara profesional mereka? Bagaimana menurut Anda?
Bintang pop remaja Justin Bieber ditangkap setelah penyelidikan polisi membuktikan bahwa Justin Bieber bukanlah seorang remaja berusia 16 tahun, namun seorang pedofilia berusia 51 tahun yang menyamar. (link Video penangkapan di bawah tulisan)
Pria dengan nama asli Michael Cote tersebut menyamar sebagai idola remaja selama bertahun-tahun dengan menggunakan wig dan topeng karet.
Analisa dari FBI menemukan bahwa lirik lagu-lagu Justin Bieber berisi kata-kata yang bertujuan untuk memanipulasi pikiran gadis-gadis di bawah umur.
Terbongkarnya identitas penyamaran Michael Cote sebagai Justin Bieber terungkap setelah topeng yang ia kenakan terlepas di tengah konser.
Selebriti Kim Kardashian yang pernah digosipkan menjalin hubungan dengan Justin Bieber pingsan setelah mendengar kabar tersebut. Sementara rapper remaja Jasmine Villegas yang pernah memberikan oral seks kepada Justin Bieber dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan terkait dengan berita bahwa Justin Bieber adalah seorang pria berusia 51 tahun yang menyamar.
Filed Under:
Lain-lain
3 Okt 2010
Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan persahabatan internasional melawan Uruguay, peringkat tiga Piala Dunia 2010. Pertandingan menurut rencana akan digelar pada Jumat 8 Oktober 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Sejumlah persiapan sudah dilakukan dan Timnas Uruguay pun sudah menyatakan akan membawa pemain-pemain topnya ke Jakarta, termasuk Diego Forlan (Atletico Madrid, Spanyol), Luis Suarez (Ajax, Belanda) dan Edison Cavani (Napoli, Italia).
PSSI pun berharap kondisi keamanan Indonesia sebelum kedatangan Uruguay ke Jakarta tanggal 5 Oktober dan pertandingan tanggal 8 Oktober nanti, bisa tetap kondusif.
"Ini serius nih, nggak main-main, semoga tidak terjadi apa-apa," cetus Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, dengan nada tinggi saat menggelar jumpa pers bersama Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia serta Iman Arif, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) di Kantor PSSI, Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (30/9/2010).
Lembaga yang dipimpin Nurdin Halid ini memang trauma dengan pembatalan sepihak dari Manchester United ketika akan datang ke Jakarta pertengahan 2009 lalu. Saat itu MU menolak bermain di Jakarta pasca peristiwa bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan.
"Semoga peristiwa seperti di jalan Ampera tidak terulang lagi. Ini bukan saja demi nama baik PSSI, tapi juga nama baik bangsa dan negara Indonesia," imbuhnya.
Koordinasi dengan polisi sudah dilakukan PSSI. Nugaraha yakin polisi bisa memberikan yang terbaik untuk menjaga keamanan pertandingan Indonesia vs Uruguay.
Panitia lokal pertandingan (LOC) melalui ketuanya, Joko Driyono, menjelaskan kalau pihaknya menjual tiket mulai 1 Oktober 2010 melalui rajakarcis.com. Tiket pertandingan juga akan dijual di loket-loket resmi di lokasi pertandingan pada hari-H.
Ada lima kategori harga tiket: ekonomi seharga Rp 75 ribu dicetak sebanyak 20 ribu lembar; Kelas II, Rp 150 ribu, 15 ribu lembar; Kelas I, Rp 300 ribu, 25 ribu lembar; Kelas VIP Barat, Rp 500 ribu, 4 ribu lembar; dan Kelas VVIP, Rp 2 juta, hanya 200 lembar.
Total, panitia lokal menjual 62.200 tiket. Lalu mengapa hanya menjual tiket sebanyak itu padahal kapasitas stadion mencapai 86 ribu orang? "Pertama faktor keamanan, kedua kenyamanan karena usia stadion sudah sangat tua," imbuh Joko.
Pertandingan juga akan disiarkan langsung oleh RCTI mulai pukul 19.00 WIB. Setelah melawan Uruguay, Indonesia dijadwalkan akan menggelar pertandingan persahabatan melawan Maladewa tanggal 12 Oktober 2010 di Bandung.
Menurut rilis resmi panitia lokal yang diterima wartawan, Kamis (30/9), Timnas Uruguay akan tiba di Jakarta mulai Selasa 5 Oktober 2010 dalam beberapa gelombang. Lalu Rabu (6/10) akan mengadakan latihan tertutup di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.
Tak melulu latihan, Kamis (7/10) Forlan dan kawan-kawan akan jalan-jalan di sebuah mall di Jakarta. "Nanti saja kami beritahukan mereka jalan-jalan ke mana," jelas Iman tersenyum. Lalu pada pukul 19.00 WIB di hari yang sama, tim dengan seragam biru muda tersebut akan menjajal rumput Stadion GBK.
Di hari pertandingan, 8 Oktober 2010, anak asuhan Oscar Tabarez tersebut akan memilih berdiam di hotel dan tak mau diintip oleh siapa pun. "Biasanya mereka berdoa jelang pertandingan," imbuh Iman.
Kick off akan dimulai pada pukul 20.00 WIB. Keesokan harinya, Sabtu (9/10), Timnas Uruguay akan meninggalkan Jakarta dan terbang ke Cina untuk beruji coba dengan timnas negeri tirai bambu tersebut.
Filed Under:
Olah Raga

PSSI punya ambisi besar memboyong tim-tim ternama ke tanah air. Setelah berhasil meyakinkan Uruguay untuk melawan timnas Indonesia tanggal 8 Oktober 2010 nanti. Kini beberapa negara dan klub kaya sedang dirayu PSSI.
"Kami sedang mengusahakan agar Belanda bisa ke Indonesia di bulan Juni 2011. Inggris juga masuk dalam daftar, karena mereka memang mau ke Thailand. Nah yang paling susah mendatangkan Chelsea, tapi semoga bisa terwujud," jelas Iman Arif Ketua Badan Tim Nasional PSSI, ketika ditemui di Jakarta, baru-baru ini.
Untuk David Beckham, PSSI mendapatkan informasi kalau klub LA Galaxy akan mengadakan tur ke kawasan Asia di bulan Desember 2010. "Kami mengajak mereka main di sini yah sekitar tanggal 13 Desember 2010," imbuh Iman.
Tujuan PSSI mengundang tim-tim besar selain untuk meraup keuntungan melalui penjualan tiket pertandingan, juga untuk memberi pengalaman bertanding yang berbobot kepada timnas Indonesia.Tak hanya itu jika salah satu tim tersebut mau bermain di tanah air dan berjalan sukses. Maka reputasi Indonesia di dunia internasional akan mendapat acungan jempol.
Kesulitan yang dialami PSSI untuk mewujudkan impian di atas ialah meyakinkan klub atau federasi bersangkutan soal kondisi keamanan dalam negeri. Dan tentunya dana yang bisa mencapai angka miliaran rupiah.
Sebagai contoh, PSSI harus menggelontorkan uang sebanyak Rp 12 miliar untuk mendatangkan Uruguay dan Maladewa. Dana sebanyak itu untuk biaya transportasi, keamanan, hotel dan honor bertanding bagi tim tamu. Selain Uruguay, Bambang Pamungkas cs akan menghadapi Maladewa 12 Oktober 2010 di Bandung.
Tentu dengan nama besar Belanda, Inggris atau Chelsea, uang yang dibutuhkan pasti akan lebih besar. "Pak Iman berkomitmen menyanggupi membayar semua biaya ini jika salah satu dari mereka mau datang. Yang penting aman dulu," tegas Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, di kesempatan yang sama.
Filed Under:
Olah Raga














Computer di Indonesia Terinfeksi Stuxnet
Indonesia tercatat menjadi negara tertinggi kedua yang di dunia yang terinfeksi Stuxnet, malware (malicious software) alias program jahat jenis worm yang tengah merajalela di dunia saat ini. Demikian hasil analisis Kaspersky Lab, pengembang solusi keamanan terkemuka yang berpusat di Rusia.
Stuxnet, sebuah worm komputer Windows spesifik pertama kali ditemukan pada bulan Juni 2010 oleh sebuah perusahaan keamanan yang berasal dari Belarus. Worm ini menjadi terkenal karena merupakan worm pertama yang memata-matai dan memprogram ulang sistem industri. Belakangan ini, serangan worm Stuxnet telah menimbulkan banyak spekulasi dan diskusi mengenai maksud dan tujuan, asal, dan – yang terpenting - identitas dari penyerang dan targetnya.
Kaspersky Lab belum melihat cukup bukti untuk mengidentifikasi penyerang atau targetnya, tetapi Kaspersky dapat mengkonfirmasikan bahwa ini adalah satu-satunya serangan malware canggih yang didukung dengan biaya besar, tim penyerang dengan keahlian tinggi dan pengetahuan teknologi SCADA yang baik.
"Serangan-serangan ini dapat digunakan sebagai alat untuk perang dunia maya atau terorisme dunia maya atau sabotase dunia maya yang bergantung pada sumber serangan dan targetnya. Sejauh ini apa yang telah kita lihat mengenai Stuxnet lebih cenderung digunakan sebagai alat untuk melakukan sabotase. Kaspersky Lab tidak dalam posisi untuk mengomentari sisi politik dari serangan ini," ujar Eugene Kaspersky, Co-founder and Chief Executive Officer of Kaspersky Lab dalam rilis persnya akhir pekan lalu.
Berdasarkan geografis penyebaran Stuxnet; Iran, India dan Indonesia memimpin dalam hal infeksi sejauh ini. Namun, epidemi Stuxnet (seperti epidemi lainnya) tidak statis; worm ini secara terus menerus menyebar, dan sementara beberapa sistem tetap terinfeksi, banyak dari sistem tersebut telah dibersihkan. Negara yang paling rentan serangan ini adalah India dengan jumlah serangan mencapai 86.258 unit komputer. Indonesia di pisisi kedua dengan korban34.138 komputer.
Tujuan utama worm ini adalah untuk mengakses Simatic WinCC SCADA, yang digunakan sebagai sistem pengendali industri dan bertugas untuk mengawasi dan mengendalikan industri, infrastruktur, atau proses-proses berbasis fasilitas. Sistem serupa digunakan secara luas pada pengilangan minyak, pembangkit tenaga listrik, sistem komunikasi yang besar, bandar udara, perkapalan, dan bahkan instalasi militer secara global.
Pengetahuan mendalam tentang teknologi SCADA, kecanggihan serangan yang berlapis-lapis, penggunaan beberapa kerentanan zero-day dan sertifikat yang sah membawa kita kepada pemahaman bahwa Stuxnet diciptakan oleh tim yang terdiri dari para profesional dengan keahlian yang sangat terampil dan memiliki sumber daya dan dukungan finansial yang besar. Target serangan dan wilayah yang dijangkiti oleh worm ini (terutama Iran) menyiratkan bahwa mereka bukanlah kelompok penjahat dunia maya biasa. Lebih jauh lagi, ahli keamanan Kaspersky yang menganalisa kode worm tersebut menegaskan bahwa tujuan utama Stuxnet bukan untuk memata-matai sistem yang terinfeksi tetapi untuk melakukan sabotase.
Para peneliti di Kaspersky Lab menemukan bahwa worm tersebut mengeksploitasi dua dari empat kerentanan zero-day yang telah dilaporkan langsung kepada Microsoft. Analis Kaspersky telah bekerja sama dengan Microsoft untuk memastikan kelancaran dari peluncuran patch, serta memastikan pelanggan terlindungi dan memperoleh informasi mengenai serangan tersebut. Semua produk Kaspersky Lab telah berhasil mendeteksi dan menetralisir Worm.Win32.Stuxnet.